KANKER SERVIKS MENGANCAM WANITA

BAB I

PENDAHULUAN

  1. A. Latar Belakang

Seiring dengan bertambahnya zaman, teknologi dan pola hidup manusia berkembang tidak terbatas. Hampir semua bidang pekerjaan dikerjakan secara instan tanpa mengeluarkan tenaga yang berat. Pekerjaan yang berat menjadi ringan dan mudah. Waktu penyelesaiannya juga semakin cepat.

Sisi lain dari semua itu, penemuan mengenai berbagai macam jenis penyakit semakin marak. Mulai dari flu burung hingga flu babi telah menjadi bahan pembicaraan menakutkan untuk masyarakat terkini.

Kanker adalah salah satu penyakit yang marak dibicarakan. Masyarakat terkini menganggap penyakit ini menjadi momok menakutkan. Memang, penyakit ini sangat mengerikan dan memberikan dampak yang sangat serius untuk penderitanya. Tidak jarang kasus kanker sering menyebabkan kematian.

Kematian yang diakibatkan kanker, sering membuat cemas pada penderita yang mengalami kanker. Padahal, jika kanker tersebut bisa diketahui tanda-tandanya dari awal akan semakin mudah untuk disembuhkan. Jika disertai pula dengan keseriusan dalam berobat, maka proses penyembuhan juga akan semakin cepat.

Kanker tidak mengenal gender. Penyakit ini bisa menyerang wanita maupun pria. Apabila pasien yang datang sudah terlambat maka penanganan akan menjadi sulit. Itu akan mempersulit kesembuhan dan jika sudah tidak bisa ditangani lagi, pasien akan meninggal. Angka mortalitas pun akan semakin tinggi.

BAB II

KANKER SERVIKS

  1. A. Definisi Kanker Serviks

Kanker merupakan suatu penyakit yang bisa merenggut nyawa seseorang. Penyakit ini menjadi penyakit yang ditakuti oleh masyarakat terkini. Sifatnya yang mematikan sering membuat orang beranggapan bahwa penyakit ini sulit disembuhkan.

Kanker serviks merupakan salah satu kanker yang bisa menyerang wanita. Kanker serviks bisa menyerang wanita manapun. Kanker ini tidak mengenal status dan latar belakang seseorang. Kanker serviks ini berawal dari suatu penggandaan sel yakni pada proses pembelahan sel yang disebut mitosis sel. Menurut Dalimartha (2004:1) sel-sel kanker akan terus membelah diri, terlepas dari pengendalian pertumbuhan, dan tidak lagi menuruti hukum-hukum pembiakan. Pembelahan dan penggandaan tersebut berlangsung terus menerus selama tidak ada faktor yang bisa menghambat hal itu terjadi. Kemungkinan yang bisa terjadi akibat dari pembelahan yang tidak terbatas tersebut adalah adanya disfungsi organ. Organ  yang terserang kanker bisa menimbulkan rasa nyeri pada penderitanya.

Kanker serviks merupakan salah satu kanker yang tidak bisa dianggap remeh. Kanker ini bisa menyebabkan kematian, selain itu kanker ini juga dapat ditularkan. Hal itu telah diungkapkan oleh Dalimartha (2004:11-12) bahwa penyakit yang ditularkan seperti Human Pappiloma Virus (HPV) telah terbukti dapat meningkatkan timbulnya kanker serviks, penis, dan vulva.

Daerah yang menjadi obyek sasaran dari kanker serviks adalah bagian intim organ wanita. Sesuai dengan namanya, organ tersebut adalah serviks atau yang disebut sebagai mulut rahim. Menurut Dalimartha (2004:1) serviks atau mulut rahim merupakan bagian ujung bawah rahim yang menonjol ke liang senggama atau vagina. Sehingga dapat disimpulkan bahwa serviks berada di antara vagina dan rahim atau uterus.

Kanker serviks tidak hanya menyerang daerah serviks saja. Kanker ini bisa menyebar ke daerah lain dalam tubuh seseorang. Hal tersebut juga telah dikemukakan oleh Mardiana (2008:18) yang mengatakan bahwa kanker mulut rahim dapat menyebar melalui pembuluh darah, pembuluh limfa, atau langsung ke organ vital lain seperti parametrium, korpus uterus, vagina, kandung kencing dan rektum.

 

  1. B. Penyebab Kanker Serviks

Sampai sejauh ini belum bisa diputuskan secara pasti apakah penyebab utama yang menyebabkan kanker serviks itu terjadi. Ada beberapa argumen yang mengatakan bahwa ada faktor-faktor pendukung sehingga sel kanker bisa muncul. Salah satunya adalah adanya zat-zat tertentu yang bisa memicu kanker. Hal itu terdapat dalam ungkapan Kardinan dan Taryono (2003:12) yang mengatakan bahwa beberapa zat yang diduga sebagai pemicu kanker (karsinogen), seperti aflatoksin, teleosidin, nitrosoguanidin dan nitrososarkosin.

Zat-zat kimia tersebut menjadi patokan bahwa kita sebisa mungkin menghindari zat-zat tersebut agar tidak memicu tumbuhnya kanker dalam tubuh kita. Sebaiknya kita membiasakan diri untuk kembali ke alam dengan cara memperbarui pola hidup sehat demi menjaga kesehatan tubuh kita. Alangkah lebih baik jika kita juga membatasi diri untuk mengkonsumsi makanan siap saji yang mengandung banyak bahan kimia dan beralih dengan banyak mengkonsumsi bahan makanan organik yang sehat, tanpa bahan kimia. Makanan organik yang tidak mengandung bahan kimia dinilai lebih aman untuk dikonsumsi bila dibandingkan makanan yang mengandung bahan kimia. Dampak negatif yang diperoleh ketika mengonsumsi bahan kimia tidak secara langsung bisa dirasakan oleh tubuh. Namun, apabila dikonsumsi dalam batas waktu yang cukup lama, maka berbagai penyakit mengerikan seperti kanker akan muncul.

Selain itu, terdapat faktor lain yang bisa memicu kanker. Menurut Kardinan dan Taryono (2003:15) kanker juga bisa disebabkan oleh faktor genetis. Dewasa ini telah kita ketahui bahwa genetis merupakan sifatt keturunan. Jadi kanker ini juga bisa diturunkan kepada anak anak kita. Hal itu menjadi resiko besar untuk anak dari penderita kanker, karena hal itu memungkinkan suatu hari anak tersebut akan mengalami hal yang sama seperti orang tuanya yang menderita kanker. Selain itu terdapat beberapa faktor yang menyebabkan resiko terkena kanker. Menurut Dalimartha (2004:11-12) ada lima faktor resiko yang dapat meningkatkan terjadinya kanker serviks sebagai berikut.

  1. 1. Hubungan seks pada usia muda atau pernikahan yang terjadi pada usia muda.

Semakin muda seorang perempuan melakukan hubungan seks, maka semakin besar resikonya untuk terkena kanker serviks. Untuk itu, kaum wanita seharusnya memiliki rencana yang matang apabila ingin menikah. Akan lebih baik jika kaum perempuan menikah dalam batas umur yang cukup sehingga terhindar dari resiko terkena kanker serviks.

  1. 2. Berganti-ganti pasangan seksual

Perilaku seksual yang berganti-ganti pasangan seks akan meningkatkan resiko tertularnya penyakit kelamin. Penyakit yang ditularkan bisa seperti infeksi berbagai macam virus. Kaum perempuan sebaiknya memiliki satu pasangan seks saja. Apabila memiliki lebih dari satu pasangan seks, hal itu dikhawatirkan akan memicu timbulnya kanker serviks.

  1. 3. Rokok sigaret

Dewasa ini, kita telah mengenal bahwa rokok dapat menimbulkan berbagai macam komplikasi dalam tubuh. Salah satunya adalah meningkatkan resiko terkena kanker. Tidak hanya kanker serviks namun juga kanker-kanker yang lain seperti kanker paru dan kanker prostat. “Penelitian menunjukkan bahwa lendir serviks pada perempuan perokok mengandung nikotin dan zat-zat lainnya yang terdapat di dalam rokok” (Dalimartha, 2004:12). Demi menjaga kesehatan dalam tubuh dan juga mengurangi resiko terkena kanker serviks maka sebaiknya kaum perempuan tidak merokok.

  1. 4. Defisiensi zat gizi

Makna dari defisiensi berarti kekurangan. Yang dimaksud dari defisiensi zat gizi adalah tubuh memerlukan zat-zat tertentu agar bisa seimbang. Jika zat-zat tersebut kurang atau tidak ada, maka keseimbangan tubuh akan terganggu. Menurut Dalimartha (2004:12),

Ada beberapa penelitian yang menyimpulkan bahwa defisiensi asam folat dapat meningkatkan resiko terjadinya displasia ringan dan sedang, serta mungkin juga meningkatkan resiko terkena kanker serviks pada perempuan yang makanannya rendah beta karoten dan vitamin A.

Berdasarkan yang dikemukakan oleh Dalimarta tersebut, kita bisa menyimpulkan bahwa kaum perempuan sebaiknya meningkatkan konsumsi terhadap bahan-bahan makanan yang mengandung beta karoten dan vitamin A, seperti wortel, tomat dan sayuran lain yang bisa menjaga kandungan asam folat dalam tubuh sehingga resiko terjangkitnya kanker serviks akan terkurangi.

  1. 5. Trauma kronis pada serviks

Faktor resiko juga bisa terjadi pada wanita yang pernah mengalami trauma kronis pada kanker serviks. Trauma tersebut bisa seperti persalinan, infeksi dan iritasi menahun pada serviks.

Bukan berarti bahwa wanita yang tidak memiliki semua unsur diatas terbebas dari resiko terkena kanker serviks. Semua wanita menerima resiko kanker serviks karena banyak faktor lain yang bisa menyebabkan hal ini terjadi. Hendaklah kita turut waspada dalam segala bentuk ancaman kesehatan yang akan mengenai kita.

 

  1. C. Gejala Kanker Serviks

Ada beberapa gejala yang dapat diindikasikan sebagai tanda-tanda adanya kanker serviks dalam tubuh. Tubuh yang menerima disfungsi organ akan terasa berbeda jika dibandingkan ketika sehat. Keadaan ini dapat dijadikan tanda-tanda gejala terkenanya kanker serviks pada perempuan. Menurut Dalimartha (2004:12) pada tahap prakanker sering tidak menunjukkan gejala atau tanda yang khas, namun kadang bisa ditemukan gejala berikut.

  1. Keputihan;
  2. Pendarahan setelah senggama yang kemudian berlanjut menjadi pendarahan yang abnormal;
  3. Timbulnya pendarahan sesudah menopause;
  4. Pada lesi invasif, keluar cairan berwarna kekuning-kuningan, berbau dan dapat bercampur dengan darah;
  5. Timbul gejala-gejala anemia;
  6. Timbul nyeri panggul dan di tempat-tempat lainnya;
  7. Pada stadium lanjut, badan menjadi kurus kering.

 

Gejala-gejala tersebut harus kita waspadai. Bila tubuh sudah menunjukkan gejala-gejala tersebut maka sebaiknya harus diperiksakan ke dokter. Hal itu dimaksudkan agar mendapat penanganan sesegera mungkin.

 

  1. D. Penanganan Kanker Serviks

Penanganan kanker serviks bisa melalui pengobatan dan melalui pencegahan. Penanganan melalui pengobatan dilakukan apabila seorang perempuan sudah terkena kanker serviks. Penanganan melalui pencegahan bisa dilakukan pada perempuan yang belum positif terkena kanker serviks. Ada beberapa cara dalam melakukan pencegahan terhadap kanker serviks bagi wanita yang belum terindikasi terkena kanker serviks. Menurut Dalimartha (2004:14) kanker serviks dapat dicegah dengan beberapa hal sebagai berikut.

  1. Bagi perempuan yang berumur di atas 25 tahun, telah menikah dan sudah mempunyai anak, perlu melakukan pemeriksaan pap-smear sekali setiap tahun atau sesuai dengan petunjuk dokter;
  2. Lakukan kontrasepsi dengan metode barrier seperti diafragma dan kondom, karena dapat memberi perlindungan terhadap kanker serviks;
  3. Hindari hubungan seks pada usia muda dan jangan berganti-ganti pasangan seks;
  4. Dianjurkan untuk berperilaku hidup sehat, seperti menjaga kebersihan alat kelamin (genital) dan menghindari rokok;
  5. Perbanyak makan sayur dan buah segar.

 

Dengan cara tersebut, pencegahan bisa dilakukan agar terhindar dari kanker serviks. Apabila kanker serviks telah terdeteksi sejak dini, maka kemungkinan besar upaya kesembuhan seorang penderita akan tinggi sehingga hal itu bisa menekan atau mengurangi angka kematian yang diakibatkan oleh kanker.

Apabila seorang perempuan telah terindikasi terkena kanker, maka ada beberapa cara dalam penanganan, yakni melalui pengobatan oleh dokter. Menurut Kardinan dan Taryono (2003:15-17) secara umum, kanker dapat diatasi dengan tindakan-tindakan seperti berikut.

  1. 1. Pengawasan atau observasi (active surveillance)

Kanker serviks yang ada dalam tubuh harus diawasi bagaimakah perkembangannya. Pengawasan ini harus dilakukan sesering mungkin. Jika mengalami perkembangan yang serius maka, perlu tindakan lanjut dalam mengatasi hal tersebut. Selain pengobatan, juga perlu adanya kontrol diri agar kanker dalam tubuh tidak tersebar ke lain jaringan.

  1. 2. Operasi (surgery)

Apabila kanker dalam tubuh memerlukan tindakan cepat, maka operasi mejadi salah satu alternatif dalam pemecahan masalah ini. Operasi dilakukan jika yang terkena kanker adalah jaringan yang terbatas pada salah satu organ saja. Hasil operasi mungkin bisa dirasakan secara langsung oleh tubuh, namun setelah operasi selesai dilakukan, tubuh tetap memerlukan kontrol. Hal itu perlu dilakukan karena dikhawatirkan sisa jaringan yang terkena kanker masih melekat pada tubuh.

  1. 3. Radioterapi

Pengobatan kanker juga bisa melalui radioterapi. Pengobatan ini dilakukan bertahap. Radioterapi dilakukan menurut perintah dokter. Penderita memerlukan kesabaran dalam pengobatan ini.

  1. 4. Kemoterapi

Kemoterapi juga menjadi salah satu pengobatan untuk penanggulangan kanker serviks. Seperti halnya radioterapi, kemoterapi juga memerlukan kesabaran dalam menjalani pengobatan ini. Terdapat beberapa efek dari kemoterapi yang dirasakan oleh penderita. Efek tersebut berbeda pada setiap pasien yang menjalani pengobatan tersebut.

  1. 5. Terapi hormon

Salah satu alternatif yang bisa dilakukan dalam mengobati kanker serviks adalah dengan terapi hormon. Terapi hormon dilakukan dengan petunjuk dari dokter. Dalam tubuh terdapat beberapa hormon yang berfungsi menjaga metabolisme tubuh. Kanker serviks menyebabkan disfungsi organ pada serviks. Dengan begitu kerja hormon juga mengalami disfungsi. Terapi hormon diharapkan bisa mengembalikan fungsi hormon seperti semula dan juga bisa mengembalikan kondisi tubuh menjadi sehat.

  1. 6. Terapi biologis

Terapi biologis dilakukan sesuai dengan petunjuk dokter. Terapi ini bisa dilakukan apabila kondisi tubuh seorang perempuan yang terkena kanker dengan cara pemberian bahan-bahan alami atau  organik. Kadar kimia yang ada dalam tubuh orang tersebut memerlukan penetral. Dengan terapi ini diharapkan bisa menetralkan toksin yang ada dalam tubuh tersebut.

  1. 7. Radioaktif

Terapi radioaktif juga harus berdasarkan atas anjuran dokter. Radioaktif merupakan sebuah sinar. Terapi ini dilakukan dengan menyinari anggota tubuh yang terkena kanker, sehingga sel-sel kanker yang mengalami disfungsi tersebut bisa mati.

  1. 8. Vaksinasi

Vaksinasi kanker merupakan salah satu cara untuk mengobati kanker dari dalam. Dewasa ini, kita mengetahui bahwa vaksin diberikan agar seseorang tidak terjangkit suatu penyakit dan itu biasanya dilakukan sebagai tindakan preventif. namun, pemberian vaksin kali ini dengan tujuan agar kanker serviks yang telah diobati tidak akan muncul kembali pada penderita yang pernah mengalaminya. Jadi, vaksin diberikan setelah penderita berhasil mengobati tubuhnya dari kanker serviks. Vaksin ini diberikan sesuai dengan anjuran dokter.

Pengobatan-pengobatan tersebut merupakan usaha yang bisa dilakukan agar bisa sembuh dari penyakit kanker. Kesembuhan seorang penderita kanker tidak hanya berasal dari peralatan medis yang canggih serta penanganan yang serius. Kesembuhan dari penyakit tersebut juga berasal dari sugesti atau kepercayaan dari dalam diri sendiri. Seberapakah niatnya seorang penderita untuk sembuh, itu juga ikut menentukan kesembuhan penderita itu sendiri. Oleh sebab itu, pihak yang dekat dengan penderita, seperti keluarga, teman dan sahabatnya sebaiknya memberikan motivasi dan semangat untuk penderita agar si penderita sembuh dari cengkraman kanker serviks.

 

 

 

  1. E. Kanker serviks di Indonesia

Kanker merupakan penyakit yang sangat populer di kalangan masyarakat. Kanker, khususnya kanker serviks telah kita ketahui bisa menyerang semua wanita. Menurut Dalimartha (2004:11) kanker serviks atau karsinoma serviks uterus merupakan jenis kanker kedua terbanyak pada perempuan di seluruh dunia setelah kanker payudara. Penyakit ini tidak memandang usia maupun latar belakang seorang perempuan. Telah terindikasi bahwa jumlah penderita kanker serviks di Indonesia sekarang ini tidak sedikit. Dalimartha (2004:11) mengungkapkan bahwa di Indonesia kanker serviks menduduki peringkat pertama. Memahami hal ini, perlu kita sadari bahwa kanker merupakan ancaman yang cukup besar untuk wanita Indonesia. Berita dan informasi mengenai kanker ini belum tentu bisa diakses oleh seluruh masyarakat Indonesia. Hal itu dikarenakan sistem informasi yang sangat sulit dijangkau.

Lemahnya sistem informasi yang ada di negara kita inilah penyebab terbesar dalam penanganan kanker serviks tersebut. Masyarakat awam sebagian besar tidak menyadari apakah sebenarnya yang dimaksud kanker serviks ini. Pengetahuan perempuan mengenai penyebab kanker serviks masih sangat minim. Perlu adanya sosialisasi kepada masyarakat awam agar mengenal betul gejala kanker serviks sehingga dalam penanganan tidak akan mengalami hambatan dan penderita bisa disembuhkan dengan mudah.

Berdasarkan pemaparan di atas, sebaiknya dilakukan pencegahan dan penanganan yang lebih serius lagi mengenai kanker treatment. Jika hal itu dilakukan lebih serius dan pemerintah mau mengambil tindakan tegas, maka angka mortalitas akibat penyakit ini akan semakin turun.

BAB III

SIMPULAN

  1. A. Kesimpulan

Berdasarkan penjelasan yang telah disampaikan tersebut, dapat diambil kesimpulan bahwa penyakit kanker ini sangat serius untuk negara berkembang pada saat ini. Perlu adanya penanganan yang serius dan kewaspadaan dari semua pihak. Tidak hanya melalui pemerintah yang harus peduli terhadap korban atau penderita kanker, melainkan kita sendiri juga harus bisa mengambil tindakan preventif untuk memperkecil terjadinya infeksi kanker ini, sehingga hal itu bisa menekan angka kematian atau mortalitas yang ada. Tindakan preventif yang bisa dilakukan antara lain, dengan melakukan cara-cara pencegahan yang telah dipaparkan diatas Tindakan yang harus dilakukan apabila sudah terdeteksi gejala kanker adalah dengan memeriksakan segera dan mengobatinya sejak dini, karena akan semakin sulit jika kanker sudah dalam stadium lanjut. Semakin cepat terdeteksi akan semakin besar peluang kesembuhan bagi para penderita. Semakin cepat penanganan akan memperkecil jumlah mortalitas suatu negara.

 

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s